logo 2waybet

Bagaimana sejarah sabung ayam di Indonesia Dan Sabung Ayam Modern

02/06/2019 Kategori : PANDUAN BERMAIN

Tags: , , , ,

Bagaimana sejarah sabung ayam di Indonesia

Kebiasaan di pulau jawa dalam aduan ayam dengan kedua ayam yang bertarung didalam lingkaran sampai salah satu kabur atau pun mati.

Sabung ayam

 

Untuk permainan sabung ayam ini biasanya di sertai perjudian yang ada di sekitar arena ayam, pertandingan ini kurang greget ditonton tanpa di sertai taruhan darat.

Menurut data yang diambil untuk pecinta sabung ayam ini sangat banyak penggemarnya, bahkan lebih dari 20 juta orang indonesia tertarik pada permainan jenis taruhan ini, Karena sangat mudah pelajari permainan taruhan sabung ayam ini dan bisa di lihat secara langsung.

Selain dengan penamaan sabung ayam sering di sebut aduan ayam dan setiap daerah punya penamaan masing-masing untuk permainan yang satu ini, Adu Ayam ini sudah ada dari jaman kerajaan demak, Dimana pangeran bertarung sabung ayam dan menyingkirkan ibunya serta bertemu ayahnya.

Pertarungan ayam ini sudah dimainkan dari zaman dulu, Permainan ini dengan mengunakan dua ekor ayam jantan yang dipelihara dengan baik untuk mengikuti gelaran lomba.

Aduan ayam

Menurut cerita sabung ayam tradisional di pulau Jawa, pernah terjadi pertarungan antara ayam Cindelaras melawan ayam milik Raden Putra, Jika berhasil mengalahkan ayam Raden Putra maka akan mendapatkan setengah dari semua harta milik Raja, begitu juga jika Cindelaras mempunyai kekuatan sihir kalah maka kepanya akan di hukum kereta oleh purta Raja, Hasilnya Cindelaras memenangkan pertandingan sebagai pahlawan dan Raden Putra harus mengakui kekalahan saat itu.
Selain itu ada cerita soal kematian Raja Anusapati dari Singosari yang meninggal saat menonton sabung ayam, Kematian raja bertepatan dengan hari Buddha Anusapati manis atau hari Rabu Legi di kerajaan singosari yang di kerumunin untuk menyaksikan aduan ayam dan peraturan yang ada saat itu tidak boleh ada yang masuk ke arena atau gelanggang ayam dengan membawa keris atau pun sejata.
Saat perjalanan Anuspati ke arena, Ken Dedes memberikan masukkan ke Ibunya agar tidak melepaskan keris yang dipakai saat menonton sabung ayam yang di gelar dalam istana, namun tidak mampu melanggar peraturan tersebut sehingga harus melepaskan keris untuk menaati peraturan tersebut.
Berlangsungnya pertandingan terjadi keributan besar anaknya Ken Dedes harus terbunuh oleh kerisn ibunya yang digunakan adik Tohjaya.
Setelah Raja Anusapati dikubur dalam kuil Anusapati yang telah di pagar dan menurut orang dulu keberuntungan dan merubah nasib seseorang dapat di tentukan melalui pertarungan sabung ayam di arena dan Anusapati tidak kalah dalam adu ayam namun ia terbunuh.

Sabung ayam modern
Di zaman sekarang ini semua orang Indonesia sudah bisa memainkan permainan adu ayam atau pun menonton sabung ayam dengan mudah dan aman hanya dengan memakai handphone dengan mendownload aplikasi sabung ayam atau pun bisa browsing dengan mengunjungi situs sabung ayam.
dengan modal 50ribu setiap orang sudah bisa memainkan taruhan sabung ayam.

Untuk istilah sabung ayam online
dengan penamaan wala dan meron atau pun banker dan player, serta ada nya BDD kedua ayam mati sebelum 10 menit dan FTD atau kedua ayam yang bertarung masih hidup melewati batas waktu aduan 10 menit.

Sekian mengenai sejarah sabung ayam dan sabung ayam modern